Minggu, 08 Januari 2012

pengaruh gaya terhadap sistem gerak


BAB 1. PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
            Dalam dinamika gerak lurus, Newton sudah menggambarkan hubungan antara dua gaya yang berinteraksi. Interaksi dimulai dari kata adanya hubungan AKSI dan REAKSI. Menurut Newton, gaya aksi menyebabkan gaya reaksi yang besarnya sama, tetapi arahnya berlawanan.
            Hukum Newton yang membahas tentang gerak, biasanya kita pelajari adalah ada 3, dimana ketiga hukum tersebut sering menjadi acuan kita untuk meninjau suatu gerak.   Gerak adalah suatu tanggapan terhadap rangsangan baik dari dalam maupun dari luar. Gerak pada manusia disebabkan oleh kontraksi otot yang menggerakkan tulang. Jadi, gerak merupakan kerja sama antara tulang dan otot. Tulang disebut alat gerak pasif karena hanya mengikuti kendali otot, sedangkan otot disebut alat gerak aktif karena mampu mempu berkontraksi, sehingga mampu menggerakkan tulang.

1.2  Rumusan Masalah
  1. Bagaimana hubungan pedagang kaki lima dengan gerobaknya ditinjau dari ilmu fisika?
  2. Bagaimana hubungan pedagang kaki lima dengan gerobaknya ditinjau dari ilmu biologi?

1.3  Tujuan
1.      Mengetahui hubungan Pedagang kaki lima dengan gerobaknya ditinjau dari ilmu fisika.
2.      Mengetahui hubungan pedagang kaki lima dengan gerobaknya ditinjau dari ilmu biologi.

BAB 2. PEMBAHASAN

Dalam kehidupan sehari- hari banyak sekali hal- hal yang berkaitan dengan ilmu fisika dan biologi, dan yang berhubungan dengan hukum newton, salah satunya yang sering kita jumpai adalah pedagang kaki lima dengan gerobaknya yang berhubungan dengan gerakan.
Pada kegiatan tersebut tentunya membutuhkan tenaga yang besar untuk mendorong gerobak tersebut karena massa gerobak dan isinya yang besar sehingga beratnya pun juga besar. Selain membutuhkan tenaga yang besar, juga adanya gaya sentuh dalam mengangkat pegangan gerobak. Saat pedagang mendorong gerobak untuk dapat berjalan dengan keras memerlukan adanya gaya yang besar.
Ada beberapa hal yang harus dipahami dalam melatih kekuatan otot bagian-bagian tubuh kita dengan menggunakan barbel atau alat pemberat semacam ini. Kita tidak boleh berolahraga dan melatih otot-otot tubuh kita dengan menggunakan barbel sembarangan. Jika kita salah dalam menggunakannya justru dapat berakibat membuat otot kita cidera.

2.1        Ditinjau Dari Ilmu Fisika
Hukum Newton I :
”Setiap benda akan tetap berada dalam keadaan diam atau bergerak lurus beraturan, kecuali apabila ada tenaga luar yang mempengaruhinya”.
Pernyataan hukum I Newton secara matematis ditulis dalam bentuk persamaan:
                                                    Benda diam
Text Box: ∑F = 0                                                               


                         Benda bergerak

Hukum Newton II :
”Besaran dan arah perubahan gerak/percepatan benda sebanding dengan besarnya tenaga yang bekerja pada benda tersebut”.
Hukum Newton III :
”Setiap aksi selalu akan menimbulkan reaksi yang sama besar dengan arah yang berlawanan”
Implementasinya dalam Cabang Olahrag
a salah satunya adalah tenis lapangan.
Secara matematis Hukum III Newton dapat ditulis sebagai berikut :
F A ke B = – F B ke A
F A ke B adalah gaya yang diberikan oleh benda A kepada benda B, sedangkan F B ke A adalah gaya yang yang diberikan benda B kepada benda A. Misalnya ketika anda menendang sebuah batu, maka gaya yang anda berikan adalah F A ke B, dan gaya ini bekerja pada batu. Gaya yang diberikan oleh batu kepada kaki anda adalah – F B ke A. Tanda negatif menunjukkan bahwa arah gaya reaksi tersebut berlawanan dengan gaya aksi yang anda berikan. Jika anda menggambar tanda panah yang melambangkan interaksi kedua gaya ini, maka gaya F A ke B digambar pada batu, sedangkan gaya yang diberikan batu kepada kaki anda, – F B ke A, digambarkan pada kaki anda.
Persamaan Hukum III Newton di atas juga bisa kita tulis sebagai berikut :
Faksi = -Freaksi




Berikut ini adalah uraian kegiatan pedagang kaki lima dengan gerobaknya apabila ditinjau dari ilmu fisika :
Hukum I Newton : Saat pedagang mendorong gerobak lalu tiba-tiba ditarik atau dihentikan maka kita akan sedikit tertarik ke depan.


Text Box: ∑F = 0
 


Hukum II Newton pada saat pedagang mendorong gerobak baik pada jalan yang datar atau pada jalan yang menanjak tanpa disadari ada hukum 2 Newton yang bekerja.
Pada saat jalan mendatar

Pada saat jalan menanjak
Hukum III Newton : Perubahan gerak terjadi dipengaruhi oleh besar gaya dorong, pada saat pedagang mendorong gerobak sekuat tenaga, pedagang mendorong dengan gaya F ada gaya lain yang membuat tangan pedagang terasa berat.

2.2       Ditinjau Dari Ilmu Biologi
Gerakan pada bagian tubuh, umumnya melibatkan kerja otot, tulang, dan sendi. Apabila otot berkontraksi, maka otot akan menarik tulang yang dilekatinya sehingga tulang tersebut bergerak pada sendi yang dimilikinya.Otot yang sedang bekerja akan berkontraksi sehingga otot akan memendek, mengeras, dan bagian tengahnya menggembung. Karena memendek, tulang yang dilekati otot tersebut tertarik atau terangkat. Kontraksi satu macam otot hanya mampu untuk menggerakan tulang ke satu arah tertentu. Agar tulang dapat kembali ke posisi semula, otot tersebut harus mengadakan relaksasi. Namun relaksasi otot ini saja tidak cukup. Tulang harus ditarik ke posisi semula. Oleh karena itu, harus ada otot lain yang berkontraksi yang merupakan kebalikan dari kerja otot pertama. Jadi, untuk menggerakan tulang dari satu posisi ke posisi yang lain, kemudian kembali ke posisi semula, diperlukan paling sedikit dua macam otot dengan kerja berbeda.


Cara kerja otot dapat dibedakan :
a)      Secara antagonis atau berlawanan; yaitu cara kerja dari dua otot yang satu berkontraksi dan yang lain relaksasi.
Contoh: Otot trisep dan bisep pada lengan atas.
Otot antagonis adalah dua otot atau lebih yang tujuan kerjanya berlawanan. Jika otot pertama berkontraksi dan yang kedua berelaksasi, akan menyebabkan tulang tertarik atau terangkat. Sebaliknya, jika otot pertama berelaksasi dan yang kedua berkontraksi akan menyebabkan tulang kembali ke posisi semula. Contoh otot antagonis adalah otot bisep dan trisep. Otot bisep adalah otot yang memiliki dua ujung (dua tendon) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian depan. Otot trisep adalah otot yang memiliki tiga jung (tiga tendon) yang melekat pada tulang, terletak di lengan atas bagian belakang. Untuk mengangkat lengan bawah, otot bisep berkontraksi dan otot trisep berelaksasi. Untuk menurunkan lengan bawah, otot trisep berkontraksi dan otot bisep berelaksasi. 
b)      Secara sinergis atau bersamaan; yaitu cara kerja dari dua otot atau lebih yang sama berkontraksi dan sama-sama berelaksasi.
Contoh : otot-otot pronator yang terletak pada lengan bawah
Otot sinergis adalah otot-otot yang kontraksinya menimbulkan gerak searah. Contohnya pronator teres dan pronator kuadratus (Otot yang menyebabkan telapak tngan menengadah atau menelungkup). 
Otot sinergis adalah dua otot atau lebih yang bekerja bersama – sama dengan tujuan yang sama. Jadi, otot – otot itu berkontraksi bersama dan berelaksasi bersama. Misalnya, otot – otot antar tulang rusuk yang bekerja bersama ketika kita menarik napas, atau otot pronator, yaitu otot yang menyebabkan telapak tangan menengadah atau menelungkup.
Otot manusia bekerja dengan cara berkontraksi sehingga otot akan memendek, mengeras dan bagian tengahnya menggelembung (membesar). Karena memendek maka tulang yang dilekati oleh otot tersebut akan tertarik atau terangkat. Kontraksi satu macam otot hanya mampu untuk menggerakkan tulang kesatu arah tertentu. Agar tulang dapat kembali ke posisi semula, otot tersebut harus mengadakan relaksasi dan tulang harus ditarik ke posisi semula. Untuk itu harus ada otot lain yang berkontraksi yang merupakan kebalikan dari kerja otot pertama. Jadi, untuk menggerakkan tulang dari satu posisi ke posisi yang lain, kemudian kembali ke posisi semula diperlukan paling sedikit dua macam otot dengan kerja yang berbeda.
Begitu pula pada saat pedagang kakilima mendorong gerobaknya dan menhentikannya, otot yang bekerja adalah bisep dan otot trisep yang ada pada lengan. Otot bisep dan otot trisep bekerja secara antagonis. Otot bisep adalah otot yang mempunyai dua tendon (dua ujung) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian depan. Otot trisep adalah otot yang mempunyai tiga tendon (tiga ujung) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian belakang. Untuk mengangkat lengan bawah, otot bisep berkontraksi dan otot trisep berelaksasi. Untuk menurunkan lengan bawah, otot trisep berkontraksi dan otot bisep berelaksasi.





BAB 3. PENUTUP

2.1              Kesimpulan
Dari kehidupan sehari-hari dapat kita simpulkan bahwa banyak sekali hal-hal yang berhubungan antara ilmu biologi dan fisika, salah satunya adalah pada pedagang kakilima dengan gerobaknya. Ditinjau dari fisika kita dapat menghubungkannya dengan materi hukum newton, dan dalam biologi dapat kita hubungkan dengan sistem gerak otot.
Pada pedagang kakilima dan gerobaknya gerakan tubuh yang dilakukan sang pemain secara tidak langsung telah menggunakan penerapan hukum newton Hukum I Newton : Saat pedagang mendorong gerobak lalu tiba-tiba ditarik atau dihentikan maka kita akan sedikit tertarik ke depan.Hukum II Newton pada saat pedagang mendorong gerobak baik pada jalan yang datar atau pada jalan yang menanjak tanpa disadari ada hukum 2 Newton yang bekerja.
Hukum III Newton : Perubahan gerak terjadi dipengaruhi oleh besar gaya dorong, pada saat pedagang mendorong gerobak sekuat tenaga, pedagang mendorong dengan gaya F ada gaya lain yang membuat tangan pedagang terasa berat.

Selain penerapan dalam ilmu fisika pada pedagang kakilima juga menerapkan ilmu biologi, yaitu sistem gerak otot pada lengan pedagang. Pada saat pedagang melakukan gerakan tangan memegang batang pendorong gerobak maka otot pada lengan melakukan relaksasi, kemudian lengan pedagang agak tertekuk karena mendorong gerobak. Dalam keadaan lurus pada posisi seperti ini otot bisep akan berelaksasi dan otot trisep berkontraksi. Pada saat lengan ditekuk keadan otot akan sebaliknya.












DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2008. Hukum newton. Didalam     http://www.Hukum%20III%20Newton%20%28Hukum%20Aksi-Reaksi%29%20%C2%AB%20mrans%20blog.htm [27 september 2011]

Suryanto, Joko. 2010. Hukum Newton Aksi – Reaksi. Didalam
http://www.AksiReaksi%20%28Hukum%203%20Newton%29%20%C2%AB%20Blog%20Guru%20Fisika.htm [27 september 2011]

Fauziah, Ima. 2011. Hukum Gerak Newton. Didalam

Anonim. 2011. Hukum Newton. Didalam
 http://www.0264%20Fis-1-2b.htm [27 september 2011]

Suryani. 2010. Sistem Alat Gerak Otot pada Manusia. Didalam
http://www.Sistem%20Alat%20Gerak%20_%20Otot%20pada%20Manusia%20%C2%AB%20Guru%20NgeBlog.htm [27 september 2011]

Anonim. 2011. Kategori Sistem Gerak Pada Manusia. Didalam
http://www.Kategori%20Sistem_Gerak_Pada_Manusia_11.1.htm [27 september 2011]

Anonim. 2011. Kategori Sistem Gerak Pada Manusia. Didalam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar